Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

Sunday, 2 March 2014

Press rilis DPP PERMATA


Sudah hampir 2 tahun tidak menulis di Blog ini, mungkin ini cukup mengisi kekosongan.

Minggu, 23 Februari 2014 DPP PERMATA Melalui Departemen Kaderisasi  kembali melaksanakan kegiatan positif  setelah melaksanakan MASTA (Masa Ta’aruf) pada tanggal 31 Januari 2014 di Tanjungbalai. Kali ini berbentuk “Kajian All Kader” dengan mengusung tema“Akhlak seorang muslim” yang dilaksanakan di IAIN-SU pada pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini berbentuk kajian islami yang bertujuan untuk menambah wawasan Islam mahasiswa-mahasiswa  Tanjungbalai. Kajian kali ini dibawakan oleh Ust.Taufik Nasution dan dipandu oleh Dimas Arifin (Kordinator Departemen Humas Korpus IAIN-SU) , beliau menyampaikan materi dihadapan Kader-kader PERMATA yang berasal dari berbagai Korpus PERMATA (Kordinator Kampus), yaitu Korpus UNIMED, Korpus IAIN-SU, Korpus USU, serta Korpus UMN-AW.Diakhir acara beliau menyampaikan kepada PERMATA bahwa “saya salut dan bangga atas semangat-semangat Mahasiswa yang berasal dari daerah seperti Tanjungbalai, masih berkeinginan untuk menambah wawasan keislaman mereka”.
             Ketua Umum DPP PERMATA, Eza Budiono menambahkan “ ini adalah sebuah program kerja yang harus senantiasa kita dukung untuk mempersiapkan kader-kader PERMATA yang mandiri dalam berakhkak, serta berprilaku secara islam, baik itu di tataran kampus maupun di Tanjungbalai sendiri”. Tampak juga hadir dalam kegiatan Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi PERMATA Zulkifli Tambunan,S.H bersama dengan Ketua Umum Periode sebelumnya Agus Salim Daulay,S.SosI.

Saturday, 28 July 2012

Muslim Rohingnya Memanggil !?

Assalamualaikum Warahmatullah...

Sebuah kejadian yang menjadi renungan buat ramadhan kali ini, hari demi hari korban terus berjatuhan di Tanah Myanmar yang kenyataannya korban tersebut ialah saudara kita sesama muslim. Pembantaian teruas dilakukan pihak pemerintah  Myanmar kepada umat muslim rohingnya.Dari data yang ada sudah sekitar 650 dari sebanyak satu juta Muslim Rohingya tewas selama bentrokan terjadi di wilayah barat Rakhine, Myanmar. Sementara sekitar 1.200 orang lainnya dinyatakan hilang, dan 90 ribu Muslim Rohingya kini terlantar.  Pemerintah Myanmar sendiri tidak mengakui Muslim Rohingya dan menyebut mereka sebagai imigran gelap, meskipun mereka tinggal di negara itu selama beberapa generasi, kata Muslimin. Akibatnya Muslim Rohingya terpaksa mengungsi ke berbagai negara terdekat, seperti di Bangladesh sekitar 400 ribu jiwa, di Thailand 60 ribu jiwa, di Pakistan 40 ribu jiwa dan di Malaysia sekitar 40 ribu jiwa.

Populasi Muslim Rohingya di Myanmar sekitar 4,0 persen atau hanya sekitar 1,7 juta jiwa dari total penduduk negara itu sekitar 42,7 juta jiwa. Jumlah itu menurun drastis dari catatan pada dokumen Images Asia 'Report On The Situasion For Muslim In Burma pada Mei 1997'yang dalam laporan itu umat Muslim mendekati tujuh juta jiwa, kata Muslimin.
Lantas apakah kita hanya berdiam di Wilayah yang umat Muslimnya paling besar ini? atau peduli dengan menggelar aksi pengutukan demi pengutukan terhadap pemerintah Myanmar? Mungkin itu hanya untuk menaikkan semangat perjuangan membela muslim, Menyadarkan masyarakat, dan sesudah itu pada bingung ketika pemerintah Myanmar masih tetap menjalankan aksinya. MUI juga meminta Pemerintah Indonesia untuk mendesak PBB melakukan langkah konkret menindaklanjuti peristiwa kekerasan dan pelanggaran HAM yang dialami muslim Rohingya.
“Sangat disesalkan hingga saat ini Dewan Keamanan PBB belum mengirimkan pasukan perdamaian untuk melindungi etnis Rohingya di Myanmar,” katanya.

Apakah sudah cukup dengan itu?
saya pikir tidak kawan-kawan.. Saya yakin banyak lembaga-lemabaga muslim, organisasi-organisasi muslim yang kemudian tangap akan kejadian ini, sebagian bertindak untuk menggelar aksi protes dan pendesakan terhadappemerintah indonesia untuk membantu menyelesaikan bentrokan di Myanmar dan sebagaian ada juga yang sama sekali belum menggelar aksi apapun tetapi kemudian sedang mempersiapkan Aksi yang Insyaallah langsung tepat pada sasaran dan tentu berdampak positif bagi saudara-sauadara kita Muslim Rohingnya.

Mari doakan Muslim Rohingnya, sambut panggilan mereka dengan semangat persaudaraan muslim pada diri kita...



Wassalamu'alaikum Warahmatullah..
Mahfuzi Irwan Saragih --

Monday, 17 January 2011

Express to PLS part. 1

   DPNA sudah di tandatangani para mahasiswa, liburan pun segera menyambut. sejenak peraasaan akan huruf yang di tandatanagani di DPNA tersebut usang. Tapi ada juga yang merasa khawatir akan huruf tersebut.Tahun pun berganti, Huruf yang di tunggu-tunggu pun akhirnya mulai di cari seluruh mahasiswa PLS stambuk 2010 di Universitas Negeri Medan. Perasaan khawatir sudah pasti dirasakan, bahkan yang jadi permasalahan ketidak jelasan apakah huruf yang di tunggu-tunggu sudah dapat diliat?? Seorang mahasiswi (MR) mengirim link ini http://unimed.ac.id/pengumuman/mhs.html  segera beberapa dari mahasiswa langsung menggunakannya.

   Seminggu kemudian, kabar dari rekan-rekan pun sudah mulai terdengar. Tak sedikit yang kecewa dengan perolehan HURUF tersebut. Bahkan ada yang mengatakan PLS ini akan semakin tidak jelas jika dosen memberi saya nilai yang seperti ini. Sah-sah saja sebetulnya menyampaikan argument seperti itu, tapi seorang dosen pasti memiliki alasan dalam memberikan HURUF tersebut. Ada yang berbannga dengan huruf "A" aada yang sangat puas walaupun mendapat "C" tapi ada juga yang tidak rela dengan nilai "E".

   "Agama" mungkin salah satu faktor penyebabnya! jelas seorang mahasiswa. tapi segera seseorang menelpon dosen yang terkait. Setelah ditelpon akhirnya HURUF tersebut tidak akan berubah, justru semakin jelas apa yang menyebabkan tertulisnya huruf tersebut di DPNA. Ternyata semuanya akibat kesalahan kita sendiri. kita menganggap sepele karena batas kehadiran ada 4 kali absen, setiap dosen memberikan tugas yang penting kita kumpul gk penting sama atau bagusnya tugas tersebut. Akhirnya kekhawatiran itu terjadi.
Kawan... jangan kira seorang KOMTING itu mendapatkan kekhususan oleh dosen. Komting itu hanya membantu kalian dalam urusan administrasi perkuliahan kalian. Dia juga sama dengan mahasiswa, tanpa pengecualian. Tapi masi ada orang yang tidak menghargai usaha seorang Pembantu Administrasi kalian itu,  padahal tanpa dia anda mungkin kesulitan untuk memperoleh informasi, ingat kawan... dibalik nilai mu itu.. ada jasanya, sabar lah dan jangan cepat merasa puas. Hidup PLS!!!